ice cream gelato
Gambar: Pexels

Saat melihat menu dessert yang serba dingin, pilihanmu mungkin langsung tertuju pada es krim. Padahal, ada cukup banyak jenis lain yang masih masuk dalam kategori frozen dessert.

Secara umum, frozen dessert merupakan hidangan penutup yang disajikan dalam kondisi beku atau dingin. Bahan dasarnya pun beragam, mulai dari susu, krim, yogurt, buah, hingga air dan gula.

Perbedaan bahan serta proses pengolahan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Ada yang terasa creamy, ada yang ringan dan segar, sementara beberapa lainnya memiliki tekstur semi-beku.

Nah, apa saja jenis frozen dessert yang perlu kamu kenali?

Ice Cream

Kalau membicarakan frozen dessert, ice cream mungkin yang paling mudah muncul di kepala. Produk ini umumnya menggunakan susu dan/atau krim sebagai bahan dasar, kemudian dipadukan dengan gula serta bahan pemberi rasa.

Tekstur creamy dan lembut menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali. Proses pembekuan dan pengadukan turut memengaruhi tekstur tersebut, termasuk jumlah udara yang masuk ke dalam campuran.

Pilihan rasanya pun hampir tidak terbatas. Vanilla, cokelat, stroberi, kopi, kacang, hingga kombinasi berbagai bahan dapat ditemukan dalam ice cream.

Cara menikmatinya juga cukup fleksibel. Kamu dapat menemukan ice cream dalam cone, cup, sundae, sandwich, atau sebagai pendamping dessert lain.

Gelato

Kalau kamu pernah melihat gelato dan ice cream dalam satu etalase, keduanya memang terlihat mirip. Namun, tekstur dan komposisinya memiliki karakter tersendiri.

Dalam pembuatan gelato, penggunaan susu umumnya lebih tinggi dibandingkan krim. Kandungan udara yang masuk selama proses pengolahan juga biasanya lebih rendah.

Hasilnya terasa lebih padat sekaligus lembut ketika disantap. Gelato juga umumnya disajikan pada suhu yang sedikit lebih tinggi dibandingkan ice cream, sehingga teksturnya terasa lebih mudah diambil dan meleleh di mulut.

Asal-usulnya juga menarik. Gelato berasal dari tradisi kuliner Italia dan berkembang dengan berbagai pilihan rasa, mulai dari cokelat, vanilla, pistachio, kopi, hingga rasa berbasis buah.

Jadi, meskipun sama-sama frozen dessert berbasis susu, gelato memiliki karakter tersendiri dari komposisi hingga teksturnya.

frozen dessert
Gambar: Pexels

Sorbet

Berbeda dari dua jenis sebelumnya, sorbet tidak menggunakan susu sebagai bahan utama. Formula dasarnya umumnya terdiri dari buah, air, dan gula.

Karena itulah rasa buah biasanya terasa lebih dominan. Mangga, lemon, stroberi, raspberry, dan berbagai buah lain dapat diolah menjadi sorbet.

Teksturnya juga terasa lebih ringan karena tidak memiliki sensasi creamy dari susu atau krim. Saat disantap, rasa buah dan sensasi dinginnya lebih menonjol.

Kamu mungkin akan menemukan sorbet sebagai pilihan dessert setelah makan. Karakternya yang segar juga membuat jenis ini cocok bagi orang yang menyukai hidangan penutup dengan rasa buah yang kuat.

Sherbet

Sherbet sering membuat orang bertanya-tanya: apa bedanya dengan sorbet?

Keduanya memang memiliki beberapa kemiripan, terutama karena rasa buah sering menjadi karakter utama. Perbedaannya terletak pada penggunaan bahan susu.

Dalam formulanya, sherbet dapat mengandung susu atau produk susu dalam jumlah tertentu. Tambahan tersebut memberikan tekstur yang lebih creamy dibandingkan sorbet.

Hasilnya terasa berada di antara dua karakter. Rasa buah tetap cukup kuat, tetapi teksturnya memiliki sensasi yang lebih lembut dan creamy.

Jadi, ketika menemukan dessert berbasis buah dengan tekstur yang sedikit lebih creamy daripada sorbet, produk tersebut dapat termasuk sherbet.

Frozen Yogurt

Penggemar rasa yogurt mungkin lebih familiar dengan frozen yogurt. Sesuai namanya, yogurt digunakan sebagai salah satu bahan utamanya sebelum produk diolah dan disajikan dalam kondisi beku.

Karakter rasa yang paling mudah dikenali adalah sensasi sedikit asam dari yogurt. Rasanya berbeda dari ice cream yang biasanya lebih dominan creamy dan manis.

Penyajiannya juga menarik. Frozen yogurt sering ditawarkan dalam konsep self-service, sehingga pengunjung dapat memilih rasa lalu menambahkan berbagai topping.

Buah segar, saus cokelat, granola, kacang, cookies, hingga berbagai topping lain dapat digunakan sesuai selera. Kombinasi tersebut membuat satu porsi frozen yogurt memiliki pengalaman rasa dan tekstur yang lebih beragam.

Popsicle atau Ice Pop

Pernah menikmati es berbentuk batang yang langsung dimakan dari stik? Itulah salah satu bentuk paling umum dari popsicle atau ice pop.

Bentuknya sederhana, tetapi bahan yang digunakan dapat sangat beragam. Jus buah, puree buah, susu, atau campuran beberapa bahan dapat digunakan sesuai resep.

Varian berbahan buah biasanya terasa ringan dan segar. Sementara itu, versi berbasis susu dapat memiliki tekstur yang lebih creamy.

Selain rasa, bentuk dan tampilannya juga dapat dibuat lebih menarik. Ada ice pop dengan potongan buah, beberapa lapisan warna, hingga kombinasi rasa dalam satu batang.

Stik juga memberikan cara penyajian yang praktis. Kamu dapat langsung menikmatinya tanpa membutuhkan cup, cone, atau sendok.

frosen dessert
Gambar: Pexels

Semifreddo

Kalau ice cream terasa terlalu padat dan dessert dingin terasa terlalu cair, semifreddo memiliki karakter yang sedikit berbeda.

Dessert khas Italia ini memiliki tekstur semi-beku. Umumnya, bahan seperti krim, telur, dan gula digunakan untuk menghasilkan tekstur yang lembut ketika disajikan dalam kondisi dingin.

Istilah semifreddo sendiri berkaitan dengan karakter “setengah beku”. Teksturnya lebih lembut dibandingkan ice cream dan dapat terasa ringan ketika disantap.

Penyajiannya juga sering dibuat dalam bentuk potongan atau cetakan tertentu. Buah, cokelat, kacang, maupun saus dapat ditambahkan sebagai pelengkap.

Karena teksturnya yang lembut, semifreddo sering terasa lebih dekat dengan dessert creamy dibandingkan es beku berbentuk padat.

Frozen Custard

Sekilas, frozen custard mungkin terlihat seperti ice cream. Keduanya sama-sama menggunakan susu atau krim dan disajikan dalam kondisi beku.

Perbedaannya terdapat pada penggunaan telur. Kuning telur menjadi salah satu karakter penting dalam formula frozen custard dan memberikan tekstur yang sangat creamy serta kaya.

Sensasi tersebut membuat teksturnya terasa padat dan lembut sekaligus. Formula yang menggunakan kuning telur juga memberikan karakter rasa yang lebih kaya dibandingkan beberapa jenis ice cream.

Pilihan rasanya cukup beragam, mulai dari vanilla dan cokelat hingga kombinasi buah, kacang, atau bahan lainnya.

Jadi, saat melihat frozen custard di menu, jangan langsung menganggapnya sebagai ice cream biasa. Penggunaan kuning telur memberikan karakter tersendiri pada dessert ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here