hybrid race sports

Satu perlombaan dapat menggabungkan lari, latihan kekuatan, membawa beban, hingga melewati rintangan dalam satu rangkaian. Format seperti inilah yang dikenal sebagai hybrid race. Peserta mengikuti beberapa jenis aktivitas fisik secara berurutan sesuai aturan yang ditetapkan dalam event.

Konsep tersebut memberi pengalaman yang berbeda dari lomba lari biasa. Pada lomba 5K atau 10K, misalnya, aktivitas utama peserta tetap berlari sampai mencapai garis finis. Hybrid race memiliki susunan yang lebih beragam karena sesi lari dapat diselingi berbagai tantangan fisik.

Karena setiap event memiliki format sendiri, susunan aktivitasnya pun dapat berbeda. Ada yang memberi porsi besar pada running dan strength training, ada pula yang menambahkan obstacle atau tantangan daya tahan.

Aktivitas dalam Hybrid Race

Running

Lari tetap punya tempat penting dalam banyak format hybrid race. Bedanya, aktivitas ini tidak selalu berlangsung terus-menerus dari garis start sampai finis.

Peserta dapat berlari dalam satu sesi, kemudian berpindah ke aktivitas lain sebelum kembali berlari. Jaraknya pun mengikuti format event. Satu sesi dapat memiliki jarak yang relatif pendek, sementara event lain memberikan lintasan yang lebih panjang.

Kondisi tubuh saat berlari juga ikut berubah sepanjang perlombaan. Berlari pada awal rangkaian tentu terasa berbeda dengan berlari setelah menyelesaikan squat, membawa beban, atau melewati rintangan.

Di sinilah pengaturan tenaga mulai terasa. Pace yang terlalu tinggi pada awal lomba dapat memengaruhi sesi berikutnya, terutama ketika masih ada beberapa aktivitas yang harus diselesaikan.

Strength Training

Dari lari, tantangan dapat berpindah ke aktivitas yang mengandalkan kekuatan otot. Squat, lunges, dan angkat beban termasuk contoh yang dapat digunakan dalam hybrid race.

Squat menggunakan gerakan menurunkan dan mengangkat tubuh dengan tumpuan kaki. Lunges memiliki pola gerakan yang berbeda karena dilakukan dengan langkah dan posisi kaki secara bergantian. Sementara itu, angkat beban memberikan tantangan melalui penggunaan beban eksternal.

Jumlah repetisi dan berat beban mengikuti aturan event. Karena itu, pengalaman peserta pada bagian ini dapat berbeda antara satu perlombaan dan perlombaan lainnya.

Menariknya, strength training tidak hadir sebagai sesi latihan yang berdiri sendiri. Setelah menyelesaikan gerakan sesuai ketentuan, peserta perlu segera menghadapi aktivitas berikutnya. Tenaga yang sudah digunakan pada bagian ini ikut memengaruhi kondisi ketika memasuki sesi selanjutnya.

hybrid race sports
Gambar: Pexels

Functional Training

Beberapa aktivitas dalam hybrid race terasa seperti latihan yang sekaligus menguji kekuatan, koordinasi, dan daya tahan. Kelompok inilah yang banyak ditemukan dalam functional training.

Sled push, sled pull, farmer’s carry, dan rowing adalah beberapa contohnya.

Pada sled push, peserta mendorong beban tertentu hingga mencapai jarak yang ditentukan. Sled pull menggunakan pola sebaliknya, dengan beban yang ditarik menggunakan tali atau alat yang tersedia.

Farmer’s carry terlihat sederhana karena gerakannya berupa berjalan sambil membawa beban. Namun, tangan, lengan, bahu, tubuh bagian tengah, dan kaki ikut bekerja untuk mempertahankan posisi serta membawa beban hingga titik akhir.

Rowing pun memiliki karakter yang berbeda. Gerakan menarik pada rowing machine melibatkan kaki, tubuh bagian tengah, dan tubuh bagian atas dalam satu rangkaian gerak.

Jadi, ketika mendengar istilah functional training dalam hybrid race, bentuk aktivitasnya tidak selalu berupa gerakan gym yang dilakukan secara terpisah. Beberapa bagian tubuh dapat bekerja bersamaan untuk menyelesaikan satu tugas fisik.

Obstacle

Bagaimana jika lintasan tiba-tiba menghadirkan struktur yang harus dilewati? Pada bagian inilah obstacle dapat muncul.

Rintangan fisik dapat berupa struktur untuk dipanjat, area yang harus dilewati, atau tantangan membawa beban dari satu titik ke titik lain. Bentuknya mengikuti konsep serta desain event.

Memanjat, misalnya, membutuhkan koordinasi antara tangan dan kaki. Tantangan membawa beban memiliki tuntutan berbeda karena peserta harus terus bergerak sambil mempertahankan beban yang dibawa.

Ada pula rintangan yang mengharuskan peserta melewati struktur tertentu dengan pola gerak yang sudah ditetapkan. Karena bentuknya beragam, obstacle memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sesi running atau strength training.

Aturan untuk setiap rintangan juga perlu diperhatikan. Cara melewati obstacle, jarak, jenis beban, hingga batas waktu dapat ditentukan secara berbeda oleh penyelenggara.

hybrid race sports
Gambar: Pexels

Endurance Challenge

Selain kekuatan dan kelincahan, daya tahan tubuh dapat ikut diuji melalui endurance challenge. Bentuk tantangannya tidak memiliki satu format yang sama karena setiap event dapat menentukan aktivitas sesuai konsep perlombaannya.

Hal yang menarik terletak pada kondisi ketika tantangan tersebut dilakukan. Peserta mungkin sudah berlari, melakukan latihan kekuatan, atau membawa beban sebelum mencapai bagian endurance.

Artinya, tantangan daya tahan berlangsung ketika tubuh sudah bekerja sejak awal perlombaan. Kemampuan mempertahankan tenaga pun ikut diperhitungkan sepanjang rangkaian.

Bentuk endurance challenge dapat berbeda dari satu event ke event lain. Karena itu, informasi mengenai aktivitas, durasi, jarak, atau aturan penyelesaiannya perlu dilihat pada ketentuan masing-masing perlombaan.

Bagaimana Aktivitas dalam Hybrid Race Berlangsung?

Semua aktivitas tersebut berada dalam satu rangkaian yang saling terhubung. Peserta mengikuti aktivitas pertama, kemudian berpindah menuju aktivitas berikutnya sampai seluruh bagian perlombaan selesai.

Sebagai gambaran, satu event dapat menyusun running, kemudian strength training, dilanjutkan functional training, obstacle, dan endurance challenge. Event lain dapat menggunakan urutan yang berbeda.

Perpindahan inilah yang memberi karakter khas pada hybrid race. Setelah menggunakan tenaga untuk berlari, peserta perlu menyesuaikan tubuh dengan gerakan yang berbeda. Begitu pula setelah menyelesaikan aktivitas berbeban, sesi berikutnya dapat kembali meminta kemampuan berlari atau mempertahankan daya tahan.

Tidak ada satu susunan yang berlaku untuk semua hybrid race. Jarak running, jumlah squat atau lunges, berat beban, jenis obstacle, serta durasi endurance challenge mengikuti rancangan masing-masing event.

Karena itu, peserta perlu melihat keseluruhan format perlombaan, bukan hanya jenis aktivitas yang tercantum dalam promosi event.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here