Ketika sebuah produksi membutuhkan orang untuk tampil di depan kamera, panggung, atau membawa karakter tertentu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Proses mencari dan memilih orang yang sesuai tersebut dikenal sebagai casting.

Talent yang dicari dapat berupa aktor, model, presenter, performer, maupun figur dengan karakter tertentu. Pertimbangannya dapat mencakup penampilan, karakter, kemampuan, usia, hingga konsep produksi. Penggunaannya pun luas, mulai dari film, iklan, fashion, photoshoot, video, event, music video, hingga corporate content.

Casting juga berbeda dari audisi. Casting mencakup proses pencarian dan pemilihan talent, sementara audisi lebih berfokus pada tahap ketika calon talent menunjukkan kemampuan untuk dinilai. Audisi dapat menjadi salah satu bagian dari proses casting.

Casting untuk Film dan Serial

Film dan serial memiliki kebutuhan pemeran yang cukup kompleks. Pemilihan pemeran utama menjadi salah satu bagian penting karena sosok tersebut membawa karakter utama sepanjang cerita dan berinteraksi dengan berbagai karakter lainnya.

Pemeran pendukung juga dipilih sesuai kebutuhan peran. Ada karakter yang hanya muncul dalam beberapa adegan, tetapi tetap memiliki fungsi dalam perkembangan cerita.

Karakter tertentu dapat membutuhkan kriteria khusus, seperti usia, penampilan, kemampuan bahasa, aksen, kemampuan fisik, suara, atau gestur. Produksi juga membutuhkan figuran dan ensemble untuk mengisi latar adegan, seperti pengunjung restoran, pejalan kaki, penonton pertandingan, atau kelompok masyarakat dalam cerita.

casting artist management
Gambar: Pexels

Casting untuk Iklan

Iklan memiliki durasi terbatas sehingga sosok yang tampil perlu mendukung pesan secara cepat. Casting dapat dilakukan untuk TV commercial, digital advertising, social media advertising, brand campaign, maupun product campaign.

Karakter talent biasanya disesuaikan dengan citra yang ingin ditampilkan oleh brand. Produk olahraga, misalnya, dapat membutuhkan figur yang terlihat aktif dan energik. Produk kecantikan dapat mencari karakter visual tertentu, sedangkan produk keluarga mungkin membutuhkan sosok yang terasa hangat dan dekat dengan audiens.

Untuk konten media sosial, talent dapat dipilih berdasarkan kemampuan komunikasi dan pembawaan yang natural di depan kamera. Campaign dengan konsep sinematik mungkin membutuhkan kemampuan ekspresi dan gestur yang lebih terarah.

Popularitas juga tidak selalu menjadi pertimbangan utama. Kesesuaian talent dengan karakter brand, produk, pesan, dan target audiens dapat lebih menentukan.

Casting untuk Fashion

Industri fashion memiliki kebutuhan casting yang erat dengan karakter visual. Fashion show, fashion campaign, editorial photoshoot, lookbook, dan catalogue dapat memiliki kriteria model yang berbeda.

Fashion show biasanya mempertimbangkan kemampuan berjalan di runway, gestur, proporsi tubuh, serta kemampuan mengikuti arahan. Model juga perlu mampu membawakan pakaian sesuai karakter koleksi dan suasana pertunjukan.

Untuk fashion campaign, karakter wajah, ekspresi, kemampuan berpose, serta kecocokan dengan konsep visual dapat ikut diperhatikan. Model yang sesuai untuk satu campaign belum tentu cocok dengan konsep lainnya.

Editorial photoshoot dapat mencari model dengan karakter visual yang lebih spesifik. Mood, lokasi, styling, makeup, pencahayaan, dan konsep cerita ikut menentukan sosok yang dibutuhkan.

Casting untuk Photoshoot

Photoshoot memiliki berbagai kebutuhan talent, mulai dari commercial photoshoot, editorial photoshoot, beauty photoshoot, lifestyle photoshoot, hingga family atau couple photoshoot.

Commercial photoshoot biasanya membutuhkan talent yang sesuai dengan produk dan target konsumen. Beauty photoshoot dapat mempertimbangkan karakter wajah, ekspresi, kondisi kulit, serta kemampuan mengikuti arahan fotografer dan makeup artist.

Lifestyle photoshoot sering membutuhkan figur yang terlihat natural ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Talent untuk kebutuhan seperti ini tidak selalu harus model profesional. Orang dengan karakter, penampilan, gaya, atau pembawaan yang sesuai dengan konsep dapat dipilih.

Pada family atau couple photoshoot, chemistry juga dapat menjadi pertimbangan. Interaksi dan ekspresi yang natural dapat membantu menghasilkan foto yang sesuai dengan konsep.

Casting untuk Video dan Konten

Kebutuhan casting ikut berkembang seiring bertambahnya format video digital. Video campaign, branded content, social media content, Reels, short-form video, hingga video storytelling dapat membutuhkan talent dengan karakter berbeda.

Talent dapat berperan sebagai presenter yang berbicara langsung kepada kamera, karakter dalam cerita, maupun figur yang mendukung konteks visual.

Kemampuan komunikasi menjadi pertimbangan penting untuk beberapa format. Presenter perlu memiliki artikulasi yang jelas dan pembawaan yang nyaman. Talent dalam video storytelling dapat membutuhkan kemampuan membangun emosi melalui ekspresi, gestur, dan interaksi.

Format konten juga ikut menentukan pilihan. Video pendek untuk media sosial mungkin membutuhkan sosok yang terlihat spontan dan natural, sedangkan produksi dengan konsep sinematik dapat membutuhkan kemampuan performatif yang lebih terarah.

casting artist management
Gambar: Pexels

Casting untuk Event

Casting juga digunakan dalam berbagai kebutuhan event. MC dan host membutuhkan kemampuan komunikasi serta penguasaan panggung. Model dapat dipilih untuk fashion show, sementara performer dan dancer membutuhkan kemampuan sesuai konsep acara.

Presenter dapat diperlukan untuk menyampaikan informasi atau memandu sesi tertentu. Brand activation juga dapat membutuhkan talent untuk mendemonstrasikan produk, berinteraksi dengan pengunjung, atau memainkan karakter tertentu.

Karena tampil secara langsung, talent event perlu mampu memahami arahan, menjaga energi, melakukan improvisasi, dan berinteraksi dengan audiens.

Casting untuk Music Video

Music video menggabungkan musik, visual, dan cerita sehingga kebutuhan talent dapat cukup beragam. Casting dapat dilakukan untuk mencari pemeran dalam alur cerita, model, dancer, maupun supporting talent.

Pemeran dalam music video dengan konsep naratif perlu mampu membangun emosi melalui ekspresi dan gestur. Dialog sering kali terbatas atau bahkan tidak digunakan sehingga bahasa tubuh memiliki peran besar dalam menyampaikan cerita.

Music video yang mengandalkan koreografi tentu membutuhkan dancer dengan kemampuan gerak yang sesuai. Model atau supporting talent dapat dipilih berdasarkan karakter visual dan kecocokannya dengan mood lagu.

Konsep musik, genre, wardrobe, lokasi, pencahayaan, hingga arahan sutradara ikut menentukan profil talent yang dibutuhkan.

Casting untuk Corporate Content

Kebutuhan casting juga muncul dalam komunikasi perusahaan. Company profile, video edukasi, video training, testimonial, dan employer branding dapat menggunakan talent untuk menyampaikan pesan atau merepresentasikan karakter tertentu.

Company profile dapat membutuhkan presenter yang mampu membawa audiens mengikuti cerita perusahaan. Video edukasi dan training membutuhkan sosok yang mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dipahami.

Pada testimonial, kemampuan menyampaikan pengalaman secara natural dapat lebih diutamakan. Talent perlu terlihat kredibel dan mampu menyampaikan pesan tanpa kesan terlalu dibuat-buat.

Employer branding memiliki kebutuhan lain. Figur yang dipilih dapat merepresentasikan karakter karyawan, lingkungan kerja, atau budaya perusahaan yang ingin ditampilkan kepada calon karyawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here